Update Informasi terbaru | 2020

Rabu, 13 Mei 2020

Meskipun Tubuhnya Sudah Menua, Pak Hadi Tetap Gigih Mencari Nafkah

Pak Hadi

Tidak ada alasan apapun untuk berhenti berjuang, selama pikiran dan badan masih bisa diandalkan untuk bekerja. Pak Hadi, di usianya yang sudah menginjak 74 tahun, masih giat untuk mencari rupiah di sekitaran Kota Banjarmasin. Tentu saja ia melakukan itu semua untuk tetap bertahan hidup di tengah-tengah arus kemiskinan yang hampir saja menyeretnya. Di usia senjanya yang masih semangat mencari pundi-pundi rupiah, kita sudah sepatutnya malu jika masih bermalas-malasan di usia muda.

Siapa sosok Pak Hadi?

Pak Hadi tinggal di sebuah rumah sederhana yang berada di Jalan Komplek DPR Gg. Ar Rahim Rt 65 No. 51, Banjarmasin. Kegiatan sehari-harinya yaitu berjualan kacang rebus. Ia memulai jualan mulai dari jam 5 sore sampai dengan jam 10 malam. Ia memilih jam tersebut karena biasanya pada jam tersebut dagangannya lebih ramai oleh pembeli. Pak Hadi menjajakan dagangannya menggunakan gerobak agar bisa dibawa kemana-mana.

Namun, Pak Hadi tidak setiap hari berjualan. Hal tersebut dikarenakan kondisi fisiknya yang sudah mulai melemah. Jika ia sedang tidak enak badan, ia hanya berdiam diri dirumah untuk memulihkan kondisi fisiknya seperti sedia kala. Jika ia tidak berjualan, tentu saja ia tidak akan mendapatkan pemasukan. Untuk itu, ia hanya mengandalkan makanan sisa semalam untuk bisa mengganjal perutnya.

Meskipun kondisi fisiknya sudah mulai melemah, ia masih kuat untuk meladangi pembeli. Tangannya yang sudah keriput itu dengan lihainya memasukan kacang ke dalam kantong plastik atau bungkus Koran. Ia menjual kacangnya dengan cara ditimbang beratnya. Untuk itu, para pembeli pun bebas membeli kacangnya, baik itu setengah kilo gram, satu kilo gram, dan lain-lain.

Di usia senjanya, Pak Hadi tentu saja masih memiliki harapan. Sebelum ajal menjemputnya, ia sangat berharap untuk bisa pergi ke tanah suci. Sesekali ia merasa putus asa karena menyadari kondisinya yang serba kekurangan dan juga tubuhnya yang mulai menua. Namun, ia tetap percaya pada kekuatan doa. Ia yakin bahwa Tuhan akan senantiasa memberikan kebaikan pada semua hamba-Nya. 

Kebaikan untuk Pak Hadi

Meskipun hidup dalam kekurangan, Pak Hadi tidak lupa untuk selalu menebar kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Sesekali, ia memberikan sebagian kacang jualannya pada tetangganya atau orang sekitar jika tidak habis. Menurutnya, hal itu tentu akan lebih bermanfaat ketimbang membiarkan kacang membusuk karena didiamkan saja.

Kebaikan yang dilakukan oleh Pak Hadi tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Untuk itu, kita bisa bersama-sama #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan menggunakan produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus, kita bisa mendapatkan manfaat perlindungan jiwa secara maksimal, ringan, adil, dan fleksibel untuk orang-orang tercinta di sekitar Anda.

Selain itu, Asuransi Syariah Indonesia yang satu ini juga mampu memberikan manfaat bagi orang banyak. Dengan menggunakan fitur wakaf pada asuransi tersebut, kita memberikan sebagian dana musibah melalui nazhir dalam bentuk program sosialnya untuk membantu peserta lain yang lebih membutuhkan. Dengan memberikan kebaikan ini, kita pun bisa mendapatkan kebaikan yang sama bahkan lebih.

Untuk mewujudkan cita-cita Pak Hadi, yuk bergotong royong untuk melakukan kebaikan. Sekecil apapun aksi kebaikan yang kita lakukan, akan sangat berarti untuk beliau. Dengan melakukan kebaikan terhadap sesama, kita bisa mengantarkan Pak Hadi untuk bisa berkunjung ke Baitullah dengan mendapatkan paket hadiah umroh dari Allianz. Yuk, berkontribusi dari sekarang!
Bagikan:

0 komentar:

Posting Komentar