Update Informasi terbaru | 2019

Rabu, 21 November 2018

Angkat Handphone Keatas Benarkah Bisa Memperkuat Sinyal


Ada kalanya jaringan seluler Anda memburuk ketika hendak mengunggah video ke Instagram atau sekadar mengobrol dengan teman via WhatsApp.

Barangkali Anda sedang bersama kerumunan manusia di festival musik, atau di tengah hutan, atau sekadar di halaman belakang rumah yang memang susah sinyal.

Jika sudah begitu, salah satu refleks yang kerap dilakukan adalah mengangkat smartphone ke atas sambil menggoyangnya pelan-pelan.

Anda berharap smartphone akan menangkap sinyal lebih baik karena lebih dekat dengan menara-menara base transceiver station (BTS) yang tinggi.

Mulai sekarang, hentikan saja kebiasaan itu karena ternyata tak ada gunanya. Smartphone tak akan menangkap sinyal lebih baik hanya karena diangkat ke atas.

Jaringan seluler sudah tersebar di sekitar kita dalam jumlah yang melimpah. Hanya saja, infrastruktur bangunan padat di perkotaan yang berliuk-liuk memengaruhi alur sinyal sampai ke perangkat elektronik.

“Kebanyakan orang mungkin berpikir jaringan seluler itu ditembak dari atas dan berwujud spotlight. Padahal jaringan seluler sudah tersedia masif di sekitar kita,” kata Profesor untuk Electrical and Computer Engineering di Rice University, Lin Zhong.

Ketika sinyal tiba-tiba hilang, hal yang sejatinya lumayan membantu adalah berjalan kaki sembari membawa smartphone. Sebab, bisa saja sinyal terhalang bangunan.

Perlu dicatat, jika Anda kehilangan sinyal ketika sedang konser musik, berjalan kaki bukanlah solusi, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (1/1/2017), dari TheVerge.

Sebab, bisa saja jaringan seluler tersedot oleh pemakaian yang sangat masif di titik konser tersebut sehingga sinyal tak maksimal masuk ke perangkat Anda.

“Ketika di tengah konser, berjalan beberapa meter tak akan menyelesaikan masalah,” kata Lin Zhong.
Bagikan:

Senin, 12 November 2018

Mengenal 3 Teknik Membuat Kain Batik

Mengenal 3 Teknik Membuat Kain Batik

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah seharusnya kita jaga dengan baik. Salah satu cara menjaga keberadaan batik tersebut adalah dengan tetap memilih batik sebagai busana kita dalam berkegiatan. Batik ini ada yang dibuat dengan cara ditulis, dicap, maupun batik yang print kain atau printing.

Kain batik memang dikenal sebagai motifnya yang detail dan unik. Di balik hasil karya seni yang luar biasa tersebut ternyata proses pembuatan batik itu tidaklah mudah. Beruntungnya semakin majunya perkembangan jaman juga memunculkan inovasi dari produsen batik. 

Apa bila dulu batik yang dijual di pasaran hanyalah batik yang dibuat dengan cara ditulis, di mana artinya proses pembuatannya membutuhkan waktu yang lama, maka saat ini sudah ada batik yang dibuat dengan cara di-print. Hal ini juga mempengaruhi harga jual batik tersebut. Kendati demikian, hadirnya batik print kain ini tidak mengurangi nilai esensi dari batik itu sendiri. Untuk lebih jelasnya berikut akan kami sampaikan informasi tentang cara membuat kain batik.

1. Batik Tulis

Bisa dibilang teknik membuat batik tulis adalah teknik yang paling sulit dibandingkan teknik lainnya. Ya, sebab pada batik tulis ini prosesnya manual, jadi hanya mengandalkan kelihaian tangan. Peralatan yang dipergunakan juga masih tradisional, yakni canting, wajan, lilin, kompor kecil, bahan pewarna, gawangan dan lain sebagainya.

Kain yang biasanya dijadikan bahan untuk kain batik tulis adalah kain mori. Selanjutnya proses membuatnya memanfaatkan canting atau kuas. Umumnya, satu kain batik diproses oleh satu orang pengrajin, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk membuat kain batik bisa sampai satu bulan. 

2. Batik Cap

Beralih dari batik tulis, teknik membuat kain batik selanjutnya adalah batik cap. Alat yang dimanfaatkan sebagai cap memiliki ukuran 20cmx20cm. Secara tampilan alat ini seperti stempel yang sudah dilengkapi dengan motif batik yang akan dicap pada kain. Proses pengerjaannya juga dilakukan secara manual.

Apabila dibandingkan batik tulis, proses pembuatan batik cap ini jauh lebih cepat, mudah dan praktis. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat batik cap ini juga sama dengan bahan pembuatan batik tulis.

3. Batik Print

Teknik batik print adalah teknik yang paling modern. Jika batik tulis dan batik cap dibuat secara manual, maka untuk print kain batik ini sudah memanfaatkan teknologi mesin. Proses pembuatannya juga sangat cepat. Batik printing bisa menjadi pilihan bagi Anda yang membutuhkan kain batik dalam waktu dekat. Dengan mengandalkan jasa print kain, kain batik dengan motif pilihan Anda bisa dimiliki dalam waktu singkat.

Demikianlah 3 teknik yang digunakan untuk membuat kain batik. Ketiga jenis teknik di atas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Varian harga dan kualitasnya juga berbeda namun tidak mengurangi esensi dari batik. Tidak peduli kain batik tersebut dibuat dengan teknik tulis, cap maupun printing, kita sebagai warga yang baik harus tetap berupaya menjaga nilai dari batik itu sendiri. 

Bagikan: