Update Informasi terbaru | 2019

Rabu, 20 Juni 2018

Daftar Lift Tercepat di Dunia 2018

Lift Tercepat di Dunia

Gedung-gedung yang dibangun tinggi, harus diimbangi dengan kecepatan lift yang mumpuni.

Jika tidak, akan memakan waktu cukup lama saat penghuni menuju lantai teratas ataupun sebaliknya, yakni ketika turun.

Berikut 10 pencakar langit yang tercatat memiliki lift dengan kecepatan luar biasa.

10. Ping An Finance Center

Gedung yang baru saja selesai pembangunannya ini, langsung menempati posisi 4 bangunan tertinggi di dunia.

Sementara di China, bahkan Asia, Ping An menjadi yang tertinggi kedua setelah Shanghai Tower. Dengan tinggi 599,1 meter, Ping An memiliki kecepatan lift 16 kilometer per detik.

Beberapa perusahaan yang memasok lift di menara ini adalah Otis Elevator Company, Schindler, Sematic S.r.l., dan KONE.

9. Canton Tower

Terletak di tepi Sungai Pear (Zhujiang), Canton Tower berdiri di seberang kawasan bisnis utama utama di Guangzhou.

Menara ini mulai beroperasi sejak 2010 setelah pembangunannya memakan waktu 5 tahun.

Sama seperti Ping An, kecepatan liftnya mencapai 16 kilometer per detik. Lift ini disediakan oleh Otis Elevator Company yang berasal dari Belanda.

Sementara dari segi ketinggian, Canton Tower menjulang 604 meter. Namun, itu sudah termasuk antena menara. Ketinggian menara untuk penghuninya hanya 448,8 meter.

8. Tokyo Sky Tree

Beroperasi sejak 2012, Tokyo Sky Tree didesain oleh arsitek berbasis di Jepang, yakni Nikken Sekkei LTD.

Toshiba Elevator and Building Systems Corporation (TELC) memasok lift untuk menara ini dengan kecepatan 16 kilometer per detik.

Tokyo Sky Tree saat ini merupakan pencakar langit tertinggi kedua di dunia dengan ketinggian 634 meter dan 451,2 meter untuk penghuni.

7. Burj Khalifa

Pencakar langit tertinggi di dunia ini telah beroperasi sejak 2010 setelah pembangunannya memakan waktu 6 tahun sejak konstruksinya dimulai pada 2004.

Dengan ketinggian 829,8 meter, Otis Elevator Company memasok lift dengan kecepatan 16 kilometer per detik.

Dengan menggabungkan teknologi terdepan dan pengaruh budaya, bangunan ini berfungsi sebagai ikon global yang merupakan model bagi pusat kota masa depan.

6. One World Trade Center

Gedung dengan nama lain Freedom Tower ini memiliki ketinggian total 546,2 meter dan terdiri dari 94 lantai.

Tinggi tersebut menghantarkan One World Trade Center sebagai gedung tertinggi ke-6 di dunia dan pertama di Amerika Serikat.

Menara ini membangkitkan bentuk ikon segitiga New York City yang ramping dan meruncing seperti Gedung Chrysler dan Empire State Building.

One World Trade Center juga menggantikan hampir seperempat dari total ruang kantor yang hilang pada insiden tanggal 11 September 2001 menjadi sebuah bangunan tunggal.

Penghuni gedung perkantoran ini dapat menikmati fasilitas lift berkecepatan 16,3 kilometer per detik. Produsen dari Jerman, thyssenkrupp, yang memasok lift tersebut.

5. Two International Finance Centre

Menara ini adalah pengembangan komersial terpadu di tepi kawasan Central District Hong Kong, yang dirancang untuk melengkapi keindahan alam sekitarnya.

Terletak di penyeberangan sempit Victoria Harbour, dengan Victoria Peak di latar belakang, gedung ini mulai beroperasi sejak 2003.

Setinggi 412 meter dan 88 lantai, kecepatan lift yang disediakan Otis Elevator Company mencapai 17 kilometer per detik.

Saat ini, Two International finance Center menempati posisi kedua tertinggi di Hong Kong dan 10 di China. Sementara di dunia, pencakar langit berada di peringkat 23 dan 14 di Asia.

4. Landmark Tower

Gedung tertinggi kedua di Jepang ini telah beroperasi sejak 1993. Kecepatan liftnya mencapai 20 kilometer per detik untuk melayani penghuni hotel dan pekerja kantor.

Mitsubishi Estate Company, Ltd dan Shimizu Corporation yang mengembangkan gedung ini menggunakan produk lift oleh anak usaha Mitsubishi, yaitu Mitsubishi Elevator and Escalator.

Begitu pula untuk desainnya, Mitsubishi Estate A&E terlibat dalam perancangan bekerja sama dengan The Stubbins Associates.

3. Taipei 101

Pencakar langit yang berfungsi sebagai perkantoran ini dinobatkan sebagai yang tertinggi ke-8 di dunia. Sementara di Asia, Taipei 101 yang memiliki ketinggian 508 meter berada di peringkat 5.

Berdiri di Distrik Xinyi Taipei, area yang terkenal dengan layanan keuangan dan pusat perbelanjaan, Taipei 101 mewakili preseden di seluruh dunia untuk pembangunan gedung pencakar langit yang berkelanjutan.

Pasalnya, gedung ini meraih sertifikasi Platinum LEED untuk Operasi dan Pemeliharaan pada 2011, sebuah prestasi yang mengesankan untuk menara dengan ukuran dan kompleksitasnya.

Toshiba Elevator and Building Systems Corporation (TELC) ditunjuk untuk menyediakan lift dengan kecepatan 27 kilometer per detik.

2. Guangzhou CTF Finance Centre

Bernama lain Chow Tai Fook Centre, gedung ini menjulang setinggi 530 meter dan dinobatkan sebagai yang tertinggi ke-7 di dunia, ke-4 di Asia, serta ke-3 di China.

Memiliki fungsi sebagai kantor, residensial, dan kantor sekaligus, CTF mulai beroperasi pada 2016.

Berlokasi di Guangzhou, China, CTF terletak berseberangan dengan Guangzhou International Finance Center and Canton Tower.

Adapun kecepatan liftnya tercatat mencapai 32 kilometer per detik. Lift ini dipasok oleh Hitachi, Ltd., konsultan transportasi vertikal dari Tokyo, Jepang.

1. Shanghai Tower

Sebagai pencakar langit tertinggi kedua, Shanghai Tower memiliki lift tercepat di dunia yang disediakan oleh Mitsubishi Elevator and Escalator.

Kecepatan gedung setinggi 632 meter dan 128 lantai ini mencapai 33 kilometer per detik.

Sebagai menara ketiga di trio gedung pencakar langit di jantung Zona Keuangan dan Perdagangan Lujiazui yang baru di Shanghai, Shanghai Tower mewujudkan sebuah prototipe baru untuk gedung-gedung tinggi.

Ditempatkan di dekat Jin Mao Tower dan Shanghai World Financial Center, menara baru ini menjulang tinggi di atas cakrawala, fasad melengkung dan bentuk spiral melambangkan kemunculan dinamis China modern.
Bagikan:

Jumat, 01 Juni 2018

Mudahnya Menghapus Riwayat Pencarian di Desktop dan Smartphone


Google telah menjelma menjadi kamus apa saja untuk mencari hal paling serius hingga paling sepele di search engine raksasa ini. Ketika melakukan pencarian, seringkali muncul riwayat pencarian yang sudah pernah dilakukan, atau saran pencarian yang mirip dengan riwayat pencarian yang pernah dilakukan.

Banyak yang terbantu dengan saran pencarian ini, namun tak jarang merasa terganggu. Google telah menyediakan cara bagi penggunanya yang ingin menghapus jejak pencarian di desktop maupun mobile, dengan mengakses menu 'My Activity' atau 'Aktivitas Saya'.

Menu Aktivitas Saya sebenarnya umum digunakan untuk melacak riwayat pencarian di desktop maupun mobile ketika masuk ke akun Google. Berikut KompasTekno rangkum cara menghapus riwayat pencarian di Google, dilansir dari Gadgets Now, Selasa (2/1/2018).

Desktop

Menghapus riwayat pencarian Google di desktop dapat dilakukan dengan masuk (sign in) ke halaman My Activity di tautan myactivity.google.com.


Kemudian, klik menu 'Delete activity by' yang berada di sisi kiri layar, lalu pilih jangkauan hari yang terdiri dari hari ini (today), pencarian 7 hari terakhir (last 7 days), pencarian 30 hari terakhir (last 30 days), sepanjang waktu (all time) .
Pengguna juga bisa mengatur sendiri jangkauan waktu yang ingin dihapus pencariannya, dengan memilih tanggal melalui kolom bagian bawah.

Setelah memilih waktu, pilih 'All Products', lalu pilih 'Search' untuk hapus situs yang pernah ditelusuri, atau pilih 'Image Search' untuk hapus pencarian gambar yang pernah dilakukan. Terakhir, klik 'Delete' pada kotak pop-up yang muncul.



Mobile

Untuk menghapus pencarian Google via mobile, menu 'My Activity' bisa diakses melalui menu 'My Account' (Akun Saya), kemudian gulir ke bawah hingga muncul menu 'My Acitvity'.
Bisa juga mengakses ke situs yang sama seperti di desktop, yakni myactivity. google.com.

Kemudian pilih ikon menu (tiga baris horizontal) di bagian kiri atas layar. Pilih menu 'Delete activity by' dan lakukan langkah yang sama seperti halnya menghapus pencarian via desktop.
Di peramban (browser) besutan Google Chrome, menghapus riwayat pencarian bisa dilakukan dengan cukup mudah.

Cukup klik ikon menu (tiga lingkaran vertikal) yang ada di sisi kanan atas layar. Kemudian pilih menu history (histori), lalu pilih 'hapus data browsing'. Seperti halnya di menu 'My Activity', pilih rentang waktu yang pencrian yang ingin dihapus, kemudian pilih 'hapus data'.

Selain memberi data berapa banyak pencarian yang dilakukan, menu 'My Activity' juga memberikan rincian statistik berapa banyak aplikasi yang digunakan, dan berapa kali aplikasi tersebut digunakan di perangkat Android.

Data tersebut juga memuat aplikasi apa saja yang pernah dicari pengguna di Google Play Store dan berapa banyak iklan yang muncul di hasil pencarian yang sempat di-klik oleh pengguna.
Bagikan: