Update Informasi terbaru | 2019

Senin, 01 Januari 2018

Cheat Mobile Legends yang Digunakan Pemain Vietnam



Di kalangan pecinta game Multiplayer online battle arena (MOBA), game Mobile Legends merupakan salah satu game favorit yang memiliki jumlah gamer yang cukup besar. Terkini, game tersebut hangat diperbincangkan karena adanya gamer yang kabarnya menggunakan cheat.

Beberapa waktu lalu digelar pertarungan tim Vietnam melawan tim Indonesia dalam mode Arena Contest. Tim Vietnam menang telak 3-0 dan sebagian gamer tampaknya curiga atas kemenangan tersebut.

Video yang diunggah akun YouTube Fio Nur Ramadhan mengungkap cheat atau cara curang untuk bisa memenangkan permainan. Konon, untuk bisa menjalankan cheat itu, gamer harus memakai aplikasi Game Guardian.

Dengan aplikasi tersebut, maka gamer bisa mengubah atribut hero, yakni meningkatkan damage hingga movement. Dengan demikian, hero Eudora yang diperlihatkan dalam video mampu menghancurkan tower dengan cepat.

Akan tetapi, di akhir video muncul notifikasi pemberitahuan sistem dengan tulisan "Error tidak diketahui, mohon coba kembali". Kemudian dilanjutkan catatan yang berbunyi "Koneksi terputus ke server, sambung kembali sekarang. Hasil pertarungan telah di simpan".

Munculnya notifikasi ini diduga menunjukkan bahwa developer telah memperbaiki sistem agar tidak ada lagi gamer yang melakukan kecurangan dengan memakai aplikasi untuk cheat tersebut.

Sekadar informasi, game Mobile Legends: Bang bang menampilkan hero favorit dan gamer bisa membangun tim sempurna untuk mengalahkan tim lawan. Permainan juga memunculkan kontrol gaya joystick virtual di sebelah kiri layar dan tombol skill di sebelah kanan.

Permainan cukup menarik di mana gamer saling bekerjasama, melancarkan strategi untuk menghancurkan menara milik lawan.

Menurut keterangan Play.google, game Mobile Legends: Bang bang di-install hingga 50 juta pengguna dan memerlukan OS Android minimal versi 4.0.3 atau di atasnya.
Bagikan:

Inidia Smartphone yang Berkualitas Jika Ingin Upgrade HP di 2018



Sepanjang 2017, hampir setiap bulan vendor teknologi menghadirkan ponsel baru yang menawarkan berbagai fitur canggih. Fitur canggih itu mulai dari teknologi keamanan dengan deteksi wajah hingga kamera ganda.

Fitur-fitur tersebut tampaknya masih akan diadopsi oleh sejumlah brand teknologi pada 2018. Bahkan, Samsung kabarnya akan mendobrak pasar smartphone dengan menghadirkan fitur baru yaitu ponsel layar lipat.

Produsen smartphone lainnya juga tak mau kalah dari perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu. LG, Xiaomi, HMD Global dengan Nokia-nya, bahkan Apple dengan iPhone-nya juga bakal meluncurkan ponsel andalannya yang wajib dinanti pada 2018.


Samsung Galaxy S9 dan Galaxy X

Beberapa hari yang lalu,Samsung Galaxy S9 dan S9+ dilaporkan baru saja menerima sertifikasi dari lembaga independen Amerika Serikat yang mengatur perangkat teknologi FCC.

Meski demikian, hal ini tidak mengindikasikan bahwa kedua flagship tersebut akan tiba lebih awal dari biasanya. Kedua perangkat tersebut diharapkan dapat resmi diperkenalkan dalam gelaran Mobile World Congress (MWC) 2018 pada akhir Februari.

Informasi dari "sumber industri yang tidak disebutkan namanya" menyebutkan bahwa Samsung Galaxy S9 dan S9+ akan menggunakan ukuran layar yang sama dengan generasi S8 -- 5,77 inci untuk S9 dan 6,22 inci untuk S9+.

Tahun lalu, Samsung meluncurkan Galaxy S8 dan Galaxy S8+ pada 29 Maret dalam sebuah acara di New York yang disiarkan secara live-streaming. Kedua ponsel tersebut resmi masuk pasar Indonesia pada 2 Mei 2017. S8 dijual di Indonesia seharga Rp10,499 juta dan S8+ Rp11,999 juta.

Tidak hanya seri Galaxy S, Samsung kabarnya juga akan menghadirkan ponsel pintar dengan layar yang dapat dilipat. Kabar lain menyebutkan bahwa perangkat yang akan dinamai Galaxy X tersebut akan mengusung layar ganda.

Dua layar tersebut akan berfungsi seperti layar split fisik yang masing-masing menjalankan aplikasinya sendiri, dan dapat bekerja baik dalam modus potret dan lansekap. Rumor yang beredar, perangkat tersebut masih mengumpulkan sertifikasi -- Wi-Fi dan Bluetooth -- dari otoritas setara dengan FCC di Korea Selatan.

Belum diketahui apakah kehadiran Galaxy X akan menggantikan Galaxy Note, atau mungkin Samsung ingin menawarkan sesuatu yang baru di pasar ponsel saat ini.

Seperti diketahui, setelah mengalami insiden tidak menyenangkan di perangkat Galaxy Note generasi sebelumnya, Samsung akhirnya resmi meluncurkan Galaxy Note 8 dalam sebuah gelaran di New York pada 23 Agustus 2017.

Galaxy Note 8 kemudian resmi hadir di Indonesia pada 25 September 2017 dengan versi RAM 6GB dan kapasitas penyimpanan internal 64GB. Galaxy Note 8 yang dijual di Indonesia tersedia dalam warna Midnight Black, Orchid Grey, Maple Gold, seharga Rp12,999 juta.

LG G7

Perangkat andalan terbaru dari LG G-series biasanya diperkenalkan dalam gelaran MWC 2018, yang kemungkinan akan terjadi pada 25 Februari mendatang. Namun, seperti dilansir dari laman Tech Advisor, investor menyebutkan bahwa LG G7 mungkin akan hadir lebih awal dari perkiraan.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu diperkirakan akan merilis G7 dalam gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2018 yang digelar di Las Vegas, pada pertengahan bulan ini. LG nampaknya ingin mendahului "teman" sekampung halamannya, Samsung, yang akan meluncurkan Galaxy S9.

Rumor lain menunjukkan bahwa LG sudah berbicara dengan Qualcomm, dan G7 akan menjadi yang pertama dengan prosesor Snapdragon 845 barunya. LG melewatkan Snapdragon 835 dan meluncurkan flagship G6 dengan chipset generasi lama Snapdragon 821.

LG G6 sendiri diluncurkan di negara asalnya Korea Selatan pada 10 Maret 2017. LG mencatat 20.000 unit penjualan di hari peluncuran. Ponsel pintar 5,7 inci yang dipersenjatai RAM 4GB, ROM 64GB, kamera depan 5MP dan kamera belakang dual camera 13MP itu resmi masuk Indonesia pada 20 April 2017 dengan harga Rp9,999 juta.

Nokia 9

Rumor menyebutkan bahwa HMD Global akan mengumumkan kehadirkan Nokia 9 pada 19 Januari 2018. Dilansir dari laman Tech Advisor, ponsel yang dianggap versi upgrade dari Nokia 8 itu akan mengusung layar 18:9 5,7 inci.

Ponsel tersebut juga diperkirakan akan dibekali kamera belakang ganda masing-masing 13MP dan kamera depan 13MP, serta rekaman audio Ozo 360 derajat.

Dianggap sebagai andalan di keluarga baru ponsel Android Nokia, Nokia 9 kemungkinan akan menjalankan Qualcomm Snapdragon 835 10nm dengan GPU Adreno 540, ditambah RAM 6GB dan ROM 64GB.

Sementara itu, pendahulunya, Nokia 8 resmi dirilis pada 16 Agustus 2017. Ponsel pintar itu akhirnya mendarat di Asia di mana Malaysia mendapatkan terlebih dahulu. Negara lain yang telah menyediakan Nokia 8 termasuk Jerman, Finlandia, dan Australia.

Di Indonesia, HMD Global, pemegang lisensi ponsel Nokia, resmi membawa perangkat Android Nokia ke Tanah Air dengan memboyong seri Nokia Android 3, 5 dan 6 pada 14 September 2017.

Mi MIX 3

Hingga saat ini belum banyak kabar yang menyebutkan tentang bocoran Mi MIX 3. Pasalnya, pendahulunya, Mi MIX 2, yang dipersenjatai RAM mencapai 8GB, terbilang baru diluncurkan di Beijing pada 11 September 2017.

Namun, belum lama ini Xiaomi dikabarkan tengah menguji fitur kendali gerak baru untuk beberapa ponsel pintarnya. Fitur yang disebut full display gestures itu dinilai terinspirasi dari Apple, serupa pada iPhone X karena meniadakan tombol beranda.

Xiaomi sendiri belum membawa perangkat Mi MIX ke Indonesia. Dalam kunjungannya ke Jakarta, pada 27 September 2017, pendiri Xiaomi, Lei Jun, memamerkan Mi MIX 2. Sayangnya, Jun tidak menjelaskan kapan Mi Mix 2 akan hadir di pasar Indonesia.

Sementara itu, Mi MIX 2 telah diluncurkan di India pada pertengahan Oktober 2017. Perangkat yang merupakan penerus dari Mi MIX 2016 itu bahkan telah meluncur ke sejumlah negara di Eropa, termasuk Spanyol, pada November 2017.


iPhone 9

Pada awal 2017 rumor yang beredar menyebutkan bahwa iPhone 9 akan hadir dalam dua ukuran. Keduanya memiliki layar sentuh yang jauh lebih besar daripada iPhone pendahulunya.

Dikutip dari GSM Arena, iPhone 9 dengan ukuran lebih kecil akan hadir dengan layar 5,28 inci, sedangkan model yang lebih besar akan memiliki layar 6,46 inci. Kedua perangkat tersebut kabarnya akan mengusung teknologi layar OLED, dengan pemasok panel yang tidak lain adalah Samsung.

Setelah peluncuran iPhone X pada September 2017, yang merupakan iPhone pertama yang menggunakan layar OLED, analis KGI Securities Ming-Chi Kuo meramalkan bahwa dua unit iPhone 2018 akan menampilkan panel OLED.

Dilansir dari laman Phone Arena, satu model, dia yakini, akan menjadi sekuel dari iPhone X, sementara satunya lagi akan menjadi varian "Plus" dari ponsel itu. Kuo memperkirakan dua model itu akan memiliki "jeroan" yang sama dengan iPhone X, salah satunya dengan masih mengusung sistem kamera TrueDepth di bagian depan.

iPhone X sendiri diluncurkan pada 12 September 2017 dalam acara yang digelar di Steve Jobs Theater Apple Campus, Cupertino, California. Apple mengatakan bahwa kehadiran iPhone X untuk memperingati 10 tahun iPhone pertama kali diluncurkan. Peluncuran ponsel tersebut bersamaan dengan rilis iPhone 8 dan iPhone 8 Plus.

Apple telah membawa masuk perangkat iPhone terbarunya ke Indonesia lewat kerja sama dengan Smartfren sebagai official telecom partner. Smartfren resmi menghadirkan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus pada 31 Maret 2017.

Kerja sama tersebut berlanjut saat Apple menawarkan tiga ponsel seri terbarunya iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone di Indonesia pada 22 Desember 2017.
Bagikan:

WhatsApp Tak Bisa Digunakan di OS BlackBerry dan Windows?



WhatsApp perlahan mulai meninggalkan dukungannya untuk sistem operasi BlackBerry dan Windows 8.0, atau atau versi lawas lainnya. Kini pengguna smartphone dengan OS tersebut tak akan lagi menerima update dari WhatsApp.

Dilansir Daily Mail, Selasa (2/1/2018), pengguna mungkin masih bisa menggunakan WhatsApp, namun tak lagi dapat membuat akun baru atau melakukan verifikasi ulang akung yang telah ada.

Keputusan perusahaan tentu saja membuat pengguna pada akhirnya tak bisa lagi berkomunikasi menggunakan WhatsApp. Apalagi perusahaan yang bernaung di Facebook tersebut hari ini melepaskan dukungannya.

Perusahaan sebelumnya memang menyebut mereka tidak akan terus mendukung OS yang lawas. Sebagai gantinya, WhatsApp akan semakin mendukung pengembangan fitur untuk OS yang lebih baru.

Jika Anda termasuk pengguna yang terdampak, Anda sebaiknya segera meng-upgrade smartphone Anda ke OS yang lebih baru. Misalnya untuk OS yang masih didukung WhatsApp yakni Android 4.0 atau lebih baru, iOS 7 atau lebih baru atau Windows 8.1 dan setelahnya.

Dalam situs resminya WhatsApp mengatakan “Platform ini tidak menawarkan kemampuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan fitur aplikasi kami di masa depan. Jika Anda menggunakan salah satu ponsel yang terpengaruh, kami sarankan untuk meng-upgrade.”

Tak hanya BlackBerry dan Windows 8.0, dukungan untuk Nokia S40 juga akan berhenti pada 31 Desember 2018. Android lawas juga perlahan akan ditinggalkan oleh WhatsApp, untuk versi 2.3.7 dan versi yang lebih lawas mulai 1 Februari 2020. (lnm).
Bagikan: